Selasa, 03 Maret 2009

Perbedaan dan manfaat dari tumbuhan dikotil dan monokotil

  1. Bentuk akar
    - Monokotil : Memiliki sistem akar serabut
    - Dikotil : Memiliki sistem akar tunggang
    2. Bentuk sumsum atau pola tulang daun
    - Monokotil : Melengkung atau sejajar
    - Dikotil : Menyirip atau menjari
    3. Kaliptrogen / tudung akar
    - Monokotil : Ada tudung akar / kaliptra
    - Dikotil : Tidak terdapat ada tudung akar
    4. Jumlah keping biji atau kotiledon
    - Monokotil : satu buah keping biji saja
    - Dikotil : Ada dua buah keping biji
    5. Kandungan akar dan batang
    - Monokotil : Tidak terdapat kambium
    - Dikotil : Ada kambium
    6. Jumlah kelopak bunga
    - Monokotil : Umumnya adalah kelipatan tiga
    - Dikotil : Biasanya kelipatan empat atau lima
    7. Pelindung akar dan batang lembaga
    - Monokotil : Ditemukan batang lembaga / koleoptil dan akar lembaga / keleorhiza
    - Dikotil : Tidak ada pelindung koleorhiza maupun koleoptil
    8. Pertumbuhan akar dan batang
    - Monokotil : Tidak bisa tumbuh berkembang menjadi membesar
    - Dikotil : Bisa tumbuh berkembang menjadi membesar

    A. Contoh tumbuhan monokotil :
    - Kelapa, Jagung, dan lain sebagainya.
    B. Contoh tumbuhan dikotil :
    - Kacang tanah, Mangga, Rambutan, Belimbing, dan lain-lain.

PENGERTIAN

Monokotil adalah tumbuh-tumbuhan berbiji keping satu.bahasa latin dari monokotil adalah monocotyledonae.

Dikotil adalah tumbuh-tumbuhan berbiji keping dua.bahasa latin dari dikotil adalah dicotyledonae.

BAGIAN DAN CONTOH TUMBUHAN DIKOTIL




BAGIAN DAN CONTOH TUMBUHAN MONOKOTIL




BAGIAN PERBEDAAN ANTARA DIKOTIL DAN MONOKOTIL




MANFAAT DARI SALAH SATU TUMBUHAN DIKOTIL(SAGU)

Detil data Metroxylon sagu Rottboell

[Print | Back]

Spesies :

Metroxylon sagu Rottboell

Nama Inggris :

True sago palm, sago palm

Nama Indonesia :

sagu, rumbia

Nama Lokal :

kirai (Sunda), sagu, lapia (Ambon).

Deskripsi :

Palem dengan tinggi sedang, setelah berbunga mati. Akar dengan benang pembuluh berserabut yang ulet, mempunyai akar nafas. Batang berdiameter hingga 60 cm, dengan tinggi hingga 25 m. Daun menyirip sederhana, dengan tangkai daun sangat tegar, melebar pada pangkalnya menuju pelepah yang melekat pada batang, pelepah dan tangkai daun berduri tajam. Perbungaan malai di pucuk, bercabang-cabang sehingga menyerupai payung, bunga muncul dari percabangan berwarna coklat pada waktu masih muda, gelap dan lebih merah pada waktu dewasa; bunga berpasangan tersusun secara spiral, masing-masing pasangan berisi 1 bunga jantan dan 1 bunga hermafrodit, biasanya sebagian besar bunga jantan gugur sebelum mencapai antesis. Buah pelok membulat-merapat turun sampai mengerucut sungsang, tertutup dengan sisik, mengetupat, kuning kehijauan, berubah menjadi bewarna kuning jerami atau sesudah buah jatuh; bagian dalamnya dengan suatu lapisan bunga karang berwarna putih. Biji setengah membulat, selaput biji merah tua.

Distribusi/Penyebaran :

Sagu diduga berasal dari Niugini dan Maluku, tetapi telah tersebar diluar Asia Tenggara hinga dekat Kepulauan Pasifik. Di Indonesia, sagu ditemukan di beberapa daerah di Sulawesi, Kalimantan, Sumatra dan Jawa Barat, maupun pada beberapa pulau kecil yang tidak beriklim muson seperti Kepulauan Riau, Nias dan Mentawai. Di Malaysia, sagu tumbuh di Sabah, Sarawak dan di Semenanjung Malaya. Beberapa ditemukan di Brunei dan Filipina (Mindanao). Daerah persebaran yang luas sagu adalah di Papua Niugini. Sagu ditemukan paling sedikit di bagian timur seperti Kepulauan Solomon dan kemungkinan di Kepulauan Santa Cruz.

Habitat :

Palem sagu merupakan pohon di dataran rendah tropik yang basah, ditemukan secara alami sampai pada ketinggian 700 m dpl. (mencapai 1200 m dpl. di Papua New Guinea). Kondisi terbaik untuk pertumbuhan palem sagu adalah suhu rata-rata paling tidak 26°C, kelembaban relatif 90% dan penyinaran kurang lebih 9 jam per-hari. Habitat palem sagu alami adalah di pantai berawa, tempat-tempat aliran sungai, dan tempat tinggi pada dasar lembah yang datar. Bila tumbuh di sepanjang sungai, pengaruh air pasang surut adalah habitat sagu, dan bisa cenderung mempengaruhi tingkat dan salinitas dari aliran air atau air tanah. Aliran air yang terjadi terus menerus merugikan pertumbuhan semai, seperti hubungan salinitas dengan konduktivitas listrik (EC) lebih dari 1 S/m. (EC air laut adalah 4.4 S/m). Meskipun demikian, kadang-kadang bahkan dengan air yang sangat asin bisa bertoleransi. Walaupun ditemukan pada tanah-tanah yang mengandung mineral, gambut dan tanah yang telah dipupuk, sagu tumbuh terbaik pada tanah yang mengandung mineral dengan kandungan bahan organik tinggi (mencapai 30%). Di Niugini sagu tumbuh terutama di 4 tipe vegetasi. Berkisar dari tanah yang tergenang hampir sepanjang tahun sampai tanah-tanah yang cenderung kurang aliran. Kelompok sagu dinamakan sesuai dengan habitatnya, sagu yang dijumpai di Phragmites rawa merupakan sagu yang tidak berbatang, sagu rawa adalah sagu yang tumbuh di rawa dan merupakan sagu yang tidak berbatang, sagu hutan adalah sagu yang terdapat di hutan campuran dengan pohon dikotil lainnya. Di tanah-tanah gambut yang kering hampir sepanjang tahun, Campnosperma - sagu hutan (palem sagu yang terbentuk dibawah kanopi yang dekat Campnosperma brevipetiolatum Volkens) dapat ditemukan. Batang yang paling banyak dan terbesar ditemukan pada palem sagu hutan. Populasi palem sagu seringkali dibatasi oleh habitat nipa (Nypa fruticans Wurmb) yang lebih bertoleransi terhadap salinitas.

Perbanyakan :

Palem sagu sebagian besar diperbanyak dari tunasnya. Tunas yang berakar kurang lebih berumur 1 tahun dengan diameter pangkal 8-15 cm dipotong dari induk palem yang telah terseleksi dengan potongan tegak, ditinggalkan 15 cm dari batang tersebut untuk tetap melekat pada tunas sebagai cadangan makanan. Luka potongan kadang-kadang ditutup dengan abu kayu untuk mencegah kebusukan. Perlakuan luka potongan dengan fungisida telah menunjukkan bertambahnya viabilitas tunas. Potongan tunas dan akar harus dijaga dari kekeringan. Biasanya semua daun dipotong; kadang-kadang ujung dan semua atau bagian dari daun termuda yang terbuka lipatannya ditinggalkan pada tunas. Sebelum penanaman di lapangan, tunas-tunas dapat disimpan di pembibitan, di kantong politen atau diletakkan dalam air yang dangkal, atau jika air dalam dengan mengikatnya pada suatu rakit dan tinggal akar yang tergantung dalam air. Biasanya hanya kurang lebih setengah dari perbanyakan tunas yang berhasil. Kecepatan pertumbuhan tunas bisa bertambah dengan mengurangi waktu antara pemotongan tunas dan meletakkannya di pembibitan, dengan perlakuan pestisida untuk mencegah serangan Rhynchophorus, dan dengan pemberian naungan pada musim kering. Perbanyakan dari biji mempunyai tingkat keberhasilan yang lebih tinggi, tetapi viabilitas biji sulit dicapai dan adanya keheterogenan dari semai. Tunas ditanam di lapangan pada jarak 6 m 6 m sampai 7 m 7 m. Dalam perbanyakan in vitro, palem sagu masih pada tingkat eksperimen. Pinak tumbuhan merupakan turunan dari kultur embrio, tetapi perbanyakan secara mikro dari eksplan palem sagu belum berhasil.

Manfaat tumbuhan :

Pati yang tersimpan dalam batang merupakan makanan pokok di Papua. Biasanya pati yang masih basah direbus, digoreng atau di panggang, sendirian atau dicampur dengan bahan makanan lain, menghasilkan produk-produk yang disimpan dengan kualitas berbeda. Di Indonesia dan Malaysia, pati digunakan dalam bidang industri di pabrik kue dan makanan ringan, mi dan kerupuk, dan di Amerika untuk bahan pembuatan bedak. Penggunaan bukan untuk makanan, mencakup adonan lem untuk kertas dan tekstil, dan meluas untuk pelekatan tripleks. Material yang segar sangat cocok untuk memproses industri selanjutnya, misalnya menjadi sirup dengan fruktosa tinggi dan etanol. Palem sagu mempunyai banyak kegunaan sekunder. Seluruh batang yang masih muda, empulur dan sisa-sisa empulur sebagai makanan hewan. Pepagan dari batangnya digunakan sebagai bahan bangunan rumah atau bahan bakar. Dinding, atap rumah dan pagar dapat dibuat dari tangkai daun (`gaba-gaba`); serabut dari lapisan luar tangkai daun digunakan untuk tali dan anyaman tikar. Penggunaan utama dari palem di Jawa Barat adalah pinak daunnya dapat menghasilkan atap yang terbaik (atap lalang) dan sangat berguna. Pinak daun yang masih muda dapat dibuat menjadi keranjang untuk bepergian dan penyimpanan pati yang masih segar (basah). Ujung palem yang masih tumbuh dan dikelilingi jaringan bisa dimakan secara mentah atau dikukus (kobis palem). Larva serangga yang memakan empulur batang, yaitu bubuk dari marga Rhynchophorus, dapat dimakan mentah, dikukus atau dipanggang di banyak tempat dimana palem sagu merupakan makanan pokoknya. Jamur (Volvariella volvacea Fries) yang tumbuh pada sisa-sisa empulur digemari di Maluku.

Sinonim :

Metroxylon rumphii Mart. (1845) with many varieties, designated by Beccari (1918); Metroxylon squarrosum Becc. (1918) with many varieties.

Sumber Prosea :

9: Plants yielding non-seed carbohydrates p.121-126 (author(s): Flach, M. & Rumawas, F.)

Kategori :

Bahan Pangan Pokok

Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan anatominya.

1. Batang Dikotil

Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam :

a. Epidermis

Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel. Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus.

b. Korteks

Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim.

c. Endodermis

Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis tumbuhan Anguiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis tumbuhan Gymnospermae.

d. Stele/ Silinder Pusat

Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem. Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar.

Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada perkembangan selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler. Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.

Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun, pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun.

2. Batang Monokotil

Pada batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang
artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium. Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan perkataan lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder. Meskipun demikian, ada Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya pada pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan pohon Nenas seberang (Agave Daun merupakan modifikasi dari batang, merupakan bagian tubuh tumbuhan yang paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyak berlangsung di daun.

Anatomi daun dapat dibagi menjadi 3 bagian :

1. Epidermis

Epidermis merupakan lapisan terluar daun, ada epidermis atas dan epidermis bawah, untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan kutikula. Pada epidermis terdapat
stoma/mulut daun, stoma berguna untuk tempat berlangsungnya pertukaran gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan.

2. Parenkim/Mesofil

Parenkim daun terdiri dari 2 lapisan sel, yakni palisade (jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga karang), keduanya mengandung kloroplast. Jaringan pagar sel-selnya rapat sedang jaringan bunga karang sel-selnya agak renggang, sehingga masih terdapat ruang-ruang antar sel. Kegiatan fotosintesis lebih aktif pada jaringan pagar karena kloroplastnya lebih banyak daripada jaringan bunga karang.

3. Jaringan Pembuluh

Jaringan pembuluh daun merupakan lanjutan dari jaringan batang, terdapat di dalam tulang daun dan urat-urat daun.

Gbr. Jaringan daun.

PERTUMBUHAN adalah proses pertambahan ukuran sel atau organisme. Pertumbuhan ini bersifat kuantitatif/ terukur.

PERKEMBANGAN adalah proses menuju kedewasaan pada organisme. Proses ini berlangsung secara kualitatif.

Baik pertumbuhan atau perkembangan bersifat irreversibel.

PERTUMBUHAN PADA TUMBUHAN

Secara umum pertumbuhan dan pekembangan pada tumbuhan diawali untuk stadium zigot yang merupakan hasil pembuahan sel kelamin betina dengan jantan. Pembelahan zigot menghasilkan jaringan meristem yang akan terus membelah dan mengalami diferensiasi.

Diferensiasi adalah perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel, membentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda.

Terdapat 2 macam pertumbuhan, yaitu:

1. Pertumbuhan Primer

Terjadi sebagai hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem primer. Berlangsung pada embrio, bagian ujung-ujung dari tumbuhan seperti akar dan batang.

Embrio memiliki 3 bagian penting :
a. tunas embrionik yaitu calon batang dan daun
b. akar embrionik yaitu calon akar
c. kotiledon yaitu cadangan makanan

Gbr. Embrio Tumbuhan

Pertumbuhan tanaman dapat diukur dengan alat yang disebut auksanometer.

Daerah pertumbuhan pada akar dan batang berdasar aktivitasnya tcrbagi menjadi 3 daerah
a. Daerah pembelahan
Sel-sel di daerah ini aktif membelah (meristematik)
b. Daerah pemanjangan
Berada di belakang daerah pembelahan
c. Daerah diferensiasi
Bagian paling belakang dari daerah pertumbuhan. Sel-sel mengalami
diferensiasi membentuk akar
yang sebenarnya serta daun muda dan
tunas lateral yang akan menjadi cabang.

2. Pertumbuhan Sekunder

Merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil, gymnospermae dan menyebabkan membesarnya ukuran (diameter) tumubuhan.

- Mula-mula kambium hanya terdapat pada ikatan pembuluh, yang disebut kambium vasis atau kambium intravasikuler. Fungsinya adalah membentuk xilem dan floem primer.

- Selanjutnya parenkim akar/batang yang terletak di antara ikatan pembuluh, menjadi kambium yang disebut kambium intervasis.

- Kambium intravasis dan intervasis membentuk lingkaran tahun Þ bentuk konsentris.

Kambium yang berada di sebelah dalam jaringan kulit yang berfungsi sebagai pelindung. Terbentuk akibat ketidakseimbangan antara permbentukan xilem dan floem yang lebih cepat dari pertumbuhan kulit.

- ke dalam membentuk feloderm : sel-sel hidup
- ke luar m
embentuk felem : sel-sel mati

Gbr. Lingkaran tahun
karena aktivitas xilem sekunder

Gbr. Irisan melintang batang waru

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar